Ada yang menyenilap dibalik kesibukan, ada yang
mengalihkan padangan untuk melihat ke satu sisi yang lain, ada yang mendorong
aku untuk menuliskan dan mengirimkan sebuah pesan singkat, ya rasa rindu ini.
Dia yang selalu menyelinap ditengah kesibukan mengarahkan pandanganku pada
sebuah telepon gengganm dan menggerakan jari-jariku untuk menuliskan sebuah
pesan singkat, sebuah pesan yang mungkin menurutmu atau orang lain adahal hal
yang bisa. Namun tidak untukku, entah kenapa sepertinya itu menjadi sebuah keharusan
saat aku harus sekedar menanyakan kabramu, menanyakan bagaimana keadaanmu.
Mungkin itu adalah caraku menyayangimu, caraku
menjagamu dari kejauhan selain dengan doa-doaku disetiap malamnya, terkadang
aku bertanya padaNya “apakah yang aku lakukan ini berlebihan? Maafkan aku jika
rasa rinduku padanya terlalu berlebihan”
Untukmu yang slalu kutunggu kabar darimu, untukmu yang
slalu ada dalam doaku